Oleh: mahapalaunnes | April 16, 2009

33 TAHUN MAHAPALA UNNES

Siang itu, sekretariat MAHAPALA UNNES terasa berbeda. Semua orang sibuk mempersiapkan berbagai perlengkapan dan peralatan yang akan dibawa ke Kopeng untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) MAHAPALA UNNES yang ke-33. Udara yang sangat panas mengiringi perjalanan semua anggota aktif MAHAPALA UNNES. Sesampainya di tempat tujuan, Wisma Perhutani, kesibukan kembali dimulai. Sebagian mendirikan tenda pleton, yang lain mempersiapkan makan malam. Menjelang sore hari, langit mulai mendung. Waktu itu alumni Didik Bolong datang bersama istri. Padahal persiapan kami belum selesai karena acara baru dimulai pada malam hari. Sore hari hujan deras turun. Cukup banyak alumni yang sudah datang. Sambil menunggu hujan reda, semuanya mengobrol dan saling bertanya kabar masing-masing. Sekitar pukul tujuh malam, semua anggota aktif MAHAPALA dan anggota alumni berpindah tempat di aula yang terletak di seberang wisma.
Di dalam ruangan aula malam itu riuh dengan suara orang yang mengobrol, tertawa bersama, dan bercerita. Namun keriuhan itu harus ditunda sejenak, karena acara saresehan akan segera dimulai. Onix, sebagai pembawa acara segera memandu acara. Acara saresehan berjalan dengan lancar. Dalam saresehan itu, anggota baru, angkatan XXIX , memperkenalkan diri pada semua anggota dan alumni MAHAPALA yang hadir. Perkenalan selesai, acara potong tumpeng pun dimulai oleh perwakilan alumni dan diserahkan kepada anggota termuda, angkatan XXIX. Dalam acara saresehan itu juga, tim expedisi memaparkan perkembangan expedisi ke KILIMANJARO yang akan dilaksanakan bulan Agustus nanti. Suasana hangat dan kekeluargaan terjalin malam itu karena semua anggota berkumpul, dari yang termuda sampai angatan perintis saling bertukar pikiran dan pengalaman masing-masing. Semuanya larut dalam kebersamaan, tanpa terasa pagi hampir menjelang. Akhirnya semuanya memutuskan untuk istirahat malam.
Pagi hari, selesai sarapan pagi, semua alumni bersiap untuk melakukan outbond yang dipandu oleh penulis sendiri. Semuanya tertawa lepas pada saat melakukan permainan-permainan ice breaking. Alumni Tatak pun tidak ketinggalan memberikan beberapa game yang disambut riuh oleh teman-teman alumni lainnya. Sampai siang hari, alumni dan anggota aktif MAHAPALA bermain game bersama. Akhirnya, pukul 11.00 WIB alumni berpamitan kepada aggota aktif MAHAPALA sebagai panitia kegiatan. Kami pun segera bersiap untuk pulang ke sekretariat. Semoga kebersamaan seperti ini akan terus terjaga sampai berapapun usia MAHAPALA nanti. Selamat ulang tahun MAHAPALA UNNES….
(Jessi.NTA.IBI.XXVII.06.473)

Oleh: mahapalaunnes | Maret 25, 2009

tips n trik

110-trik-cepat-coreldraw-untuk-pemula

Oleh: mahapalaunnes | Maret 19, 2009

MENJADI PEMIMPIN MELALUI ORGANISASI

Setiap orang dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Minimal menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Kemampuan memimpin inilah yang menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan, menentukan sikap, serta menata kehidupannya sehari-hari. Bagi seorang mahasiswa, kemampuan memimpin tidak hanya sebatas memimpin dirinya sendiri namun dituntut untuk menjadi pemimpin pemimpin bagi orang lain. Mahasiswa dididik agar mampu memberikan pengabdiannya kepada masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapat di bangku perkualiahan. Suatu hal yang sangat disayangkan jika seorang mahasiswa setelah terjun di masyarakat tidak mampu memberikan kontribusi yang nyata. Oleh karena itulah diperlukan suatu media bagi mahasiswa untuk belajar menjadi seorang pemimpin. Salah satunya adalah melalui organisasi kemahasiswaan. Suatu wadah dari lembaga kemahasiswaan yang memediasi mahasiswa untuk berkegiatan, mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Melalui organisasi inilah, mahasiswa dapat belajar banyak hal, terutama kepemimpinan dan manajemen organisasi.

MAHAPALA UNNES, yang merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Negeri Semarang mengadakan Pematerian Manajemen Organisasi (PMO) pada 14-15 Maret 2009. Kegiatan yang bertema “Menjadi Pemimpin Melalui Organisasi Kemahasiswaan”, ini bertujuan untuk memberikan pematerian mengenai organisasi terutama bagi anggota baru, angkatan XXIX. Dengan mendatangkan pemateri dari kalangan dosen Universitas Negeri Semarang, diharapkan mampu memberikan stimulus bagi anggota aktif MAHAPALA UNNES untuk lebih memajukan organisasi. Drs. Ade Rustiana, M.Si, dosen Fakultas Ekonomi memaparkan materi yang menjadi topik utama, Menjadi Pemimpin Melalui Organisasi Kemahasiswaan, sedangkan dosen Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan memberikan materi mengenai Psikologi Dasar, yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang pemimpin dalam mengkoordinasikan bawahannya. Dengan kegiatan ini, kita diharapkan mampu menjadi seorang pemimpin yang baik, mampu memberikan motivasi bagi orang lain, memiliki kecerdasan emosi yang baik, sehingga nantinya pengabdian bagi masyarakat dapat diwujudkan. (Jessi/IBI-473)

Oleh: mahapalaunnes | Maret 19, 2009

TAMAN KEHATI DI JAWA TENGAH

Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan Kementrian Negara Lingkungan Hidup membuat sebuah Taman Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Lokal Jawa Tengah. Taman Kehati ini merupakan yang pertama di Indonesia dan berada di sebuah Universitas. Program Taman Kehati, menurut rencana Kementrian Lingkungan Hidup akan dibuat di setiap provinsi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan berbagai species tumbuhan lokal Jawa Tengah dari ancaman kepunahan melalui pembudidayaan jenis-jenis tumbuhan lokal Jawa Tengah, mengoleksi contoh hidup jenis-jenis tumbuhan lokal Jawa Tengah, tempat praktek pengenalan jenis-jenis tumbuhan lokal Jawa Tengah, serta untuk menyediakan sumber benih jenis-jenis tumbuhan lokal Jawa Tengah.
Dibangun di lokasi tanah Gunung Ledek Kelurahan Sekaran yang merupakan lahan milik Universitas Negeri Semarang, Taman Kehati memiliki luas ± 15 Hektar dengan 39 jenis tumbuhan lokal Jawa Tengah. Jumlah bibit yang tertanam ± 10 ribu bibit. Awal terbentuknya kerjasama ini adalah dari keprihatinan anggota MAHAPALA UNNES terhadap kelestarian lingkungan. Anggota MAHAPALA UNNES merasa terpanggil untuk melestarikan lingkungan mengingat banyaknya tumbuhan yang hampir punah bahkan ada yang sudah punah. Oleh karena itu MAHAPALA UNNES mengusulkan dibuatnya Arboretum. Akhirnya usulan ini direspon oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengan dibangunnya Taman Keanekaragaman Hayati Tumbuhan lokal Jawa Tengah di Universitas Negeri Semarang.
Taman Keanekaragaman Hayati ini diresmikan langsung oleh Bapak Rahmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup pada tanggal 27 November 2008. Dalam peresmian Taman Kehati ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Kepala BLH dan juga perwakilan dari dinas-dinas dan instansi terkait se-kota Semarang turut hadir dalam acara peresmian ini. Selain meresmikan Taman Kehati Bapak Rahmat Witoelar juga memberikan Studium General di Auditorium UNNES dengan tema “Dampak Global Warming Terhadap Keanekaragaman Hayati” kepada civitas akademika UNNES serta tamu undangan dari perwakilan Universitas di wilayah Jawa Tengah baik negeri maupun swasta. Semoga dengan dibangunnya Taman Keanekaragaman Hayati ini semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup khususnya kelestarian tumbuhan lokal di Jawa Tengah. Bukan hanya dari kalangan pecinta alam namun seluruh masyarakat Jawa Tengah. (Ivan/COR-457)

Kategori