MAHAPALA UNNES

feel the adventure care with nature

menelusuri jejak bersejarah MAHAPALA

24-25 Mei 2006, MAHAPALA UNNES mengadakan LMTM (Lintas Medab Tradisi MAHAPALA) sebagai prosesi penyematan syal pada angkatan termuda, yaitu angkatan Bubalus quarlesi (Anoa Gunung) sebagai angkatan ke XXVIII MAHAPALA UNNES. Setiap tahun MAHAPALA UNNES menelusuri kembali perjalanan dari kampus-Gedong Songo-kampus untuk melestarikan tradisi yang telah ada sejak jaman toku-toku MAHAPALA UNNES ini.

sukses untuk pemilik syal sakti termuda!

Juni 13, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | HoT NEWS!! | | Tidak ada Komentar

Tatkala Bumi Membalas Ulah Tangan Manusia

<!– @page { margin: 0.79in } –>

Mungkin alam mulai bosan bersahabat dengan kita…


Adalah sepenggal lagu dari Ebiet G. Ade yang dapat menjadi bahan renungan kita, mengapa sekarang banyak terjadi bencana? Mulai dari bencana tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam Desember 2004, gunung-gunung meletus, sampai dengan masalah Lumpur Lapindo yang belum kunjung usai. Dapat dikonotasikan bahwa bumi seolah ingin menyingkirkan manusia dari atas tubuhnya.

Dalam Al-Qur’an difirmankan: Bila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dasyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya, dan manusia bertanya: mengapa bumi (jadi begini)?, pada hari itu bumi menceritakan beritanya. (QS. Al-Zalzalah: 1-4).

Dari sini manusia seharusnya bercermin, mengapa bumi bergoncang (gempa)? dan mengapa bumi mengeluarkan beban-bebannya?

Jawaban dari semua itu bisa bermacam-macam, seperti sikap manusia yang semakin tidak ramah terhadap bumi. Perusakan terjadi di mana-mana, mulai dari puncak gunung sampai dasar laut. Terkadang kita sadar dengan apa yang kita lakukan tapi kita tidak pernah mau tahu dan mengerti. Akibat dari semua itu kita jugalah yang menanggung dan merasakan kerugian akibat ulah kita sendiri.


Ada statement dari internet yang menyatakan “Keadaan genting dari planet kita sekarang ini disebabkan oleh konsumsi berlebihan, bukan oleh 80% penduduk miskin di 2/3 belahan bumi, melainkan oleh 20% penduduk kaya yang mengkonsumsi 86% dari seluruh sumber alam dunia yang ada”.


Ada juga yang menyalahkan warga yang tinggal di bantaran sungai sehingga membuat fungsi sungai tidak berjalan dengan baik. Atau pengalih fungsi Hutan menjadi ladang penduduk. Jika kita lihat dari sisi kemanusiaan, yang mereka lakukan hanyalah untuk menyambung hidup. Tapi sekarang ini seharusnya kita tidak lagi mempermasalahkan apa penyebabnya dan siapa yang salah, masih banyak pekerjaan yang menumpuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menunjuk bagaimana rasa kepedulian kita terhadap bumi dan isinya. dalam menjaga kelestarian alam terutama bumi tempat kita tinggal.


Pertama kali dalam sejarah kita memiliki persetujuan yang mengikat secara hukum (Protokol Kyoto) berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Tetapi agar program ini sukses, hal tersebut mesti dilaksanakan oleh 55 negara anggota (sampai saat ini hanya 46 negara yang menyepakatinya). Juga, usaha itu mesti mencakup negara penghasil 55% emisi gas rumah kaca dunia, yang berarti bahwa negara-negara industri besar harus melaksanakannya. Saat ini hanya sedikit negara industri besar yang melaksanakannya. Keadaan seperti ini lebih menguatkan statement di atas tentang konsumsi sumber daya alam di dunia. (IND.466)


(let’s think about our children’s life)


Mei 6, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | HoT NEWS!! | | Tidak ada Komentar

ketika bumi menghimpit…

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Dalam rangka peringatan Hari Bumi ke 38 tanggal 22 April 2008, MAHAPALA UNNES menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hingga malam hari dengan tema “Ketika Bumi Menghimpit”

Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah “Ngontel for the Earth” yaitu bersepeda santai bersama rektor UNNES beserta pejabat rektorat serta tak ketinggalan juga seluruh Dekan dan Pembantu Dekan UNNES turut pula beberapa anggota UKM. Tujuan “Ngontel for the Earth” adalah mensosialisasikan penggunaan sepeda di lingkungan kampus. Kegiatan ini mendukung upaya pengurangan polusi dan pencegahan semakin parahnya Global Warming di bumi. Sebelum kegiatan bersepeda mencapai garis finish, Bapak Rektor UNNES dan seluruh peserta melaksanakan peneneman tanaman buah di areal Hutan Buah Mini Kampus MAHAPALA yang baru (sebelumnya telah ada Hutan Mini Kampus I dan II). Tidak henti – hentinya MAHAPALA mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman karena hal ini begitu penting bagi perbaikan dan keseimbangan bumi.

Usai penanaman, sepeda santai dilanjutkan kembali dan ditengah acara tersebut MAHAPALA menggelar teatrikal Tapa Pendam dengan tema “Ketika Bumi Menghimpit”. 4 orang anggota MAHAPALA dikubur ¾ badan (hanya kepala, tangan, dada yang tidak ikut dikubur) sejak pagi hingga malam hari. Mereka nantinya akan dikeluarkan pada saat alun-alun purnama.Tapa pendam menggambarkan bahwa sekarang kondisi bumi yang tua ini sudah semakin parah dan lapuk sehingga hamper sudah tidak ada lagi tempat dibumi ini yang dianggap aman, yang bisa dijadikan tempat untuk berlindung. Berbagai bencana tak terelakkan di segala penjuru bumi.

Melalui Peringatan Hari Bumi mari STOP GLOBAL WARMING. Sekecil apapun tindakan kita seperti penghematan listrik, mendaur ulang sampah, dan menanam kalau untuk kebaikan pasti akan bermanfaat bagi kelangsungan dan keberadaan bumi beserta makhluk hidup di atasnya.


Mei 6, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | POINT | | Tidak ada Komentar

MAHAPALA B’DAY

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>


31 Maret 2008 MAHAPALA UNNES merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 32 (Empat Windu). Hari Ulang Tahun MAHAPALA UNNES ini diperingati dengan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu arung jeram (rafting) yang diadakan di Sungai Serayu Banjarnegara yang diikuti oleh civitas UNNES yang dipilih dengan cara pengundian. Tujuan mengikut sertakan civitas UNNES adalah MAHAPALA berupaya agar kegiatan yang dilakukan bisa turut dirasakan oleh warga UNNES tidak hanya oleh anggota MAHAPALA saja. Sesuai sebutannya yaitu “Pencinta Alam” maka MAHAPALA ingin menggugah hati orang-orang akan betapa penting kelestarian alam beserta isinya. Mungkin manusia lupa bahwa mereka hidup bergantung dari alam. Apa yang mereka makan, apa yang mereka lakukan tidak bisa lepas dari alam.


Acara yang ke dua adalah perayaan Ulang Tahun MAHAPALA UNNES yang dilaksanakan oleh anggota aktif bersama dengan anggota alumni serta beberapa tamu undangan seperti Bapak Ruswondo (Dosen Pendamping) dan Bapak Kusmuriyanto (Dosen Koordinator UKM Minat Kegemaran yang merangkap PD III FE). Perayaan Hari Ulang Tahun kali ini dilaksanakan di Kawasan Agro Wisata Umbul Sidomukti Jimbaran. Kegiatan meliputi sarasehan (hari pertama) dan keesokan harinya dilakukan Out Bound adrenaline dengan fasilitas meliputi Wahana, Flying Fox, Marine Bridge dan kolam renang alam.

Mei 6, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | POINT | | Tidak ada Komentar

TASTE YOUR ADRENALINE!!!

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Sabtu, 29 Maret 2008 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh pemenang undian Taste Your Adneraline with MAHAPALA UNNES untuk berarung jeram bersama teman-teman MAHAPALA di sungai Serayu-Banjarnegara. Jumlah peserta 13 orang (10 laki-laki dan 3 perempuan) berangkat pukul 05.00 WIB dengan armada Bus Mahasiswa Unnes. Ya, walaupun tidak ber-AC semangat tetap tidak luntur untuk berarung jeram.

Ada yang unik dalam kegiatan ini, yaitu turut sertanya Bapak Kusmuriyanto (PD III Fakultas Ekonomi yang juga merupakan Koordinator Dosen Pendamping UKM Bidang Minat dan Kegemaran), Bapak Ruswondho (Pendamping UKM MAHAPALA UNNES), serta para alumni (angkatan perintis) MAHAPALA walaupun sudah terbilang tua tapi masih macho-macho di lapangan.

Peserta sampai di Sengomerto (titik start pengarungan) pukul 09.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pemanasan dan memompa perahu bareng-bareng. Peserta dibagi dalam tiga perahu, dan satu perahu berisi alumni MAHAPALA. Sedangkan untuk tim rescue dan membuka jalur di depan dilakukan dengan perahu kayak berkapasitas dua orang. Untuk semua skiper (Pengemudi tiap perahu dipegang oleh anak MAHAPALA semua yang sudah berkompeten di bidang tersebut alias ahline gitu…)

Jerit riang tertantang meluap tiap melewati jeram Serayu. Tampang panik, jantung berdetak cepat dan adneraline terus terpompa tercermin dari raut muka peserta yang notabennya semua adalah awam di kegiatan alam ini.

Saat-saat menegangkan pun akhirnya datang, pada saat tiga perahu flip atau terbalik di hantam jeram dasyat Serayu, wajah para peserta panik, dayung terlepas semua, dan peserta harus melakukan renang jeram karena terseret arus. Sehingga dengan cepat anak MAHAPALA me “rescue” para peserta dan pengarungan dapat kembali dilanjutkan.

Ketegangan belum berakhir sampai di sini saja, saat cuaca memburuk, perahu-perahu berhenti terkena stoper batu-batu besar. Saat perahu lolos dari stoper, ternyata ada tiga peserta terjebak dalam arus. Rescuer bertindak dengan cepat untuk menjemput ketiga peserta yang kondisinya di tengah-tengah arus deras tersebut. Renang jeram melawan arus dilakukan oleh salah satu rescuer dengan membawa tali untuk penyebrangan basah. Akhirnya ketiga perserta dan satu rescuer tersebut berhasil selamat sebelum banjir datang.

Setelah pengarungan selesai saatnya portaging (mengangkat perahu) ke tepi jalan raya. Walaupun baru setengah perjalanan, peserta merasa puas dan aman dalam berkegiatan karena safety procedure yang diberikan anak-anak MAHAPALA dalan berkegiatan. Sore hari kami baru bisa istirahat, makan, dan bersih-bersih saatnya sayonara Serayu, and We say welcome to Unnes tercinta. @ibi_478

Mei 6, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | POINT | | 1 Komentar

CONGRATULATIONS!!!!!!!!!!!!

Selamat kepada para pemenang undian “TASTE TOUR ADRENALINE WITH MAHAPALA UNNES”, Sungai Serayu, Banjarnegara

Semoga kegiatan ini bisa menjadi sarana MAHAPALA UNNES menjadi lebih dekat dengan segenap civitas akademika dan seluruh warga UNNES di Gunung Pati dan sekitarnya.

Nama-nama pemenang undian dapat dilihat di Planet internet Banaran dan De Moro Cafe and Resto, Jalan Raya sekaran Gunung Pati. 

Maret 29, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | Uncategorized | | Tidak ada Komentar

MAHAPALA UNNES MAHAPALA UNNES HUTANKAN KAMPUS TERCINTA

Gunungpati merupakan salah satu sabuk hijau Kota Semarang. Kampus utama Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berlokasi di Sekaran, Gunungpati masih mempunyai banyak lahan yang tidak di manfaatkan keberadaanya. MAHAPALA UNNES sebagai salah satu Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) yang salah satunya bergerak di bidang lingkungan dan konservasi, sudah lama tergugah untuk menghutankan lokasi-lokasi tersebut sebagai salah satu hutan atau paru-paru Kota Semarang.

Tengoklah rimbunnya Hutan Mini Kampus UNNES (HMKU) MAHAPALA sebelah utara FMIPA yang ditanam sejak tahun 1997-2000, serta di depan FE yang ditanam tahun 2001-2004. Penanaman 1000 pohon dalam rangka Peringatan Hari Bumi (PHB) Se-Dunia tahun 2006, sebelah selatan FBS. Juga penanaman PHB Se-Dunia tahun 2007, sebelah timur Komplek PKM UKM Joglo. Itulah beberapa bukti nyata kepedulian MAHAPALA terhadap lingkungan kampus kita tercinta. Selain juga pemberian bantuan bibit kepada Kelurahan di sekitar UNNES.

Sehingga tidak salah jika MAHAPALA mendapat Juara II pada Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tingkat Provinsi Jateng tahun 2006 kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA). Di tahun berikutnya MAHAPALA meraih Juara I untuk jenis lomba yang sama, dan maju ke tingkat Nasional untuk mewakili Jateng. Hasilnya, MAHAPALA berhasil menyabet dua kategori juara, yaitu Juara I tingkat Nasional Lomba Konservasi dan Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya tahun 2007 dari Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam serta Juara I tingkat Nasional Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam tahun 2007 kategori KPA dari Mentri Kehutanan.

Mengambil momen gerakan menanam RI-1 (10 juta pohon tertanam) yang dipimpin langsung oleh Presiden SBY dan Ibu Negara serta gerakan menanam Kota Semarang oleh Walikota Semarang Sukawi Sutarip, MAHAPALA mengajukan diri supaya UNNES menjadi salah satu tempat acara pembukaannya. Tanggal 28 November 2007 UNNES menjadi tempat upacara simbolis Penanaman Kota Semarang yang di pimpin langsung oleh Walikota. Selanjutnya MAHAPALA mengajukan permohonan bantuan bibit kepada Dinas Pertaniaan Kota Semarang guna penanaman di Kampus UNNES dan sekitarnya, yang kemudian dilakukan rutin setiap hari Jumat dan dipimpin langsung oleh Bapak Rektor kita dan diikuti oleh teman-teman mahasiswa, UKM, dan tentunya MAHAPALA sebagai penggerak kegiatan ini. Sampai Februari 2008 sudah tercatat kurang lebih 15.000 pohon tertanam di Kampus UNNES dan sekitarnya.

Yang terbaru adalah penanaman 64.3 Ha lahan UNNES di kawasan Trangkil (G. Ledek), Kelurahan Sukorejo-Sekaran. Anggota MAHAPALA sekali lagi menjadi penggerak penanaman di kawasan ini dengan memulai penanaman 2 Ha di bulan Februari, selanjutnya MAHAPALA mencari pihak ke-3 yang bisa di ajak kerjasama untuk penanaman selebihnya. PT.Rimba Partikel Indonesia (RPI) menjadi partner untuk kesempatan kali ini, dengan mempertemukan pihak manajerial PT. RPI dengan Rektor dan PR III UNNES sehingga terjalinlah hubungan kerjasama penghutanan kawasan tidur tersebut.

Begitu besar keinginan MAHAPALA untuk menghutankan Kampus UNNES tercinta demi kenyamanan kita bersama serta usaha konservasi lingkungan sebagai jawaban masalah Global Warming saat ini. So, marilah kita jadikan UNNES sebagai salah satu paru-paru Kota Semarang, Ok…?!!


(Erul, IND_461)

Maret 29, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | Uncategorized | | Tidak ada Komentar

PENGELOLAAN DAS MENCEGAH BANJIR

Belum selesai waktu satu bulan, banjir melanda wilayah Pantura Jawa Tengah terutama dari Semarang hingga Rembang. Banjir ini memang tidak disangka, karena tidak seperti biasanya daerah ini banjir. Daerah banjir Pantura Jawa Tengah bagian timur merupakan daerah hilir DAS Jretunseluna(Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juwana). Ini merupakan daerah aliran sungai besar yang alirannya berasal dari banyak anak sungai.

Daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu umumnya menghadapi masalah kerusakan ling- kungan yang makin parah sehingga menurunkan produktivitas lahan, meningkatkan erosi dan sedimentasi, serta memacu meluasnya banjir pada musim hujan. Masalah tersebut memerlukan perhatian serius sehingga tidak menimbulkan banyak kerugian materi maupun immaterial. Perlu diadakan konservasi untuk meyelamatkan DAS tersebut. Penghijauan merupakan cara konservasi lahan yang efektif khususnya untuk menjaga fungsi hidrologis lahan di DAS hulu. Erosi dan aliran permukaan masing-masing dapat menurun 95,80% dan 76,90%

Banjir daerah ini menunjukkan bahwa sektor permukiman dan prasarana wilayah masih menjadi prioritas dalam pembangunan dibandingkan dengan sektor kehutanan. Indikator pembangunan barangkali lebih mudah dilihat dengan berhasil dibangunnya berbagai sarana fisik, sementara pembangunan di bidang kehutanan masih dipandang sebagai investasi yang beresiko dan hasilnya diperoleh dalam jangka waktu yang lama. Penebangan hutan terus berlanjut sebagai upaya memenuhi produksi kayu hutan. Akibatnya pada musim hujan air berlimpah sehingga menjadi bencana banjir, dan pada musim kemarau air surut sehingga timbul bencana kekeringan. Pada musim penghujan terjadi erosi yang berat sehigga mengurangi daya tampung sungai untuk mengalirkan air kelaut sehingga terjadilah banjir. Sementara itu pendekatan yang dipakai dalam penyelesaiaan masalah bencana banjir dan kekeringan selama ini tampaknya lebih banyak berorientasi pada penyelesaian yang bersifat “fisik” yaitu dengan membangun prasarana pengendali banjir yang sekaligus dapat berfungsi sebagai penampung air bagi penyediaan air di musim kemarau. Padahal hal ini seringkali bersifat symtomatik hanya sekedar menangani gejala yang timbul tetapi kurang memperhatikan akar permasalahannya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, tampaknya alokasi dana APBN yang ada untuk sektor kehutanan ditambah dengan dana reboisasi (DR) belum mampu memperbaiki kondisi hutan. Hutan terus terdegradasi sehingga kemampuannya sebagai penyangga sistem DAS terus menurun, dan dampaknya dirasakan oleh seluruh sub-sistem DAS dari hulu hingga ke hili khususnya sektor permukiman wilayah dan sektor pertanian dalam bentuk bencana banjir dan kekeringann. perluadanya penanganan das yang sinergia dari berbagai pihak. Pemerintah harus menjadi motor utama yaitu enam instansi pemerintah pusat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penanganan tersebut, yaitu Departemen Dalam Negeri (instansi pimpinan), Departemen Kehutanan (perencanaan dan pemantauan), Departemen Keuangan (pengawas keuangan), Departemen Pertanian (bantuan teknis), Departemen Pekerjaan Umum, (bantuan teknis), dan Bappenas. Yang motor tersebut menggerakkan masyarakat untuk ikut berperan serta menanggulangi permasalahan banjir.

Maret 29, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | Uncategorized | | Tidak ada Komentar

TASTE YOUR ADRENALINE WITH MAHAPALA!!!

NGARUNG BARENG SUNGAI SERAYU

Banjarnegara, 29 Maret 2008

MAHAPALA UNNES ngadain rafting bareng gratis buat temen-temen semua lo!

Dalam rangka HUT MAHAPALAUNNES ke-32, kami berniat membagi petualangan dengan temen-temen semua. cukup dengan mengisi formulir pendaftaran, kalian berkesempatan memenangkan  undian rafting gratis.

Buruan dapatkan formulirnya di Planet Internet banaran dan de Moro Cafe N Resto, atau datang aja langsung ke sekretariat MAHAPALA UNNES, Kompleks UKM Joglo UNNES.

Buruan daftar sebanyak-banyaknya!!!

Maret 29, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | Uncategorized | | Tidak ada Komentar

PROGO 4 MAHAPALA

flip2.jpgflip-simulation.jpgprogo.jpgrafting.jpg

S. Progo, 8-9 Maret 2008

Dalam rangka pemenuhan materi divisi rafting MAHAPALA UNNES, hari Sabtu – Minggu tanggal 8-9 Maret kemarin, angkatan XXVI, XXVII dan XXVIII MAHAPALA UNNES maen ke Sungai Progo, Magelang. Dengan modal perahu baru (Westpoint gitu…) ditambah kayak inflatable yang umurnya sedikit lebih tua dari perahu karet kami, lengkap dengan pick up sewaan, kami menuju Magelang pagi-pagi buta trus ngarung sepuasmnya di Progo.

Dua hari dengan 5 kali pengarungan, kami ngarung di Progo bagian atas ma Progo bawah bagian atas. Untuk ukuran jenjang pemula sih pematerian kali ini ngaruh banget, soalnya kami bener-bener jadi tau aplikasi dari teori yang kami pelajari sebelumnya tu kayak gimana, ngerasain serunya ngelewatin standing wave, belajar tentang eddies, ngeliat contoh undercut, pokoknya seru trus juga aplikatif banget. Pematerian kali ini jadi makin seru karena ada latihan renang jeram ma prahu nge_flip juga.

Debit air yang lumayan gede juga makin nambah seru pengarungan.

Ya tentu aja, coz semakin gede jeram kan semakin keren… (tul kan para rafter??!!) ^_^

Maret 10, 2008 Ditulis oleh mahapalaunnes | POINT | | 2 Komentar